MENGAKSES SENSOR PIR DENGAN ARDUINO DAN TANPA ARDUINO

MENGAKSES SENSOR PIR DENGAN ARDUINO DAN TANPA ARDUINO

1.   FUNGSI DAN PRINSIF KERJA DARI SENSOR PIR

Sensor PIR (Passive InfraRed) merupakan sebuah sensor yang digunakan untuk mendeteksi pergerakan. Karena itu sensor PIR ini disebut sebagai sensor gerakan / motion sensor. Jadi sensor PIR ini digunakan untuk mendeteksi apakah ada pergerakan manusia di sekitar jangkauan dari sensor ini. Pada sensor PIR yang baik hanya akan mendeteksi benda yang memiliki suhu berkisar rentang suhu manusia atau mamalia berdarah panas yang menghasilkan gelombang sinar inframerah pasif antara 8 sampai 14 mikrometer, diluar itu seperti makluk berdarah dingin dan mahluk halus tidak dapat terdeteksi.

Jadi prinsip kerja dari sensor ini adalah menerima pancaran cahaya pasif-infrared dari setiap benda yang terdeteksi olehnya. Oleh karena itu sensor ini dapat mendeteksi gerakan karena pancaran cahaya infrared yang dikeluarkan oleh setiap benda ataupun mahluk hidup.

Jadi kesimpulannya sensor PIR ini hanya menangkap energi panas yang dihasilkan dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki setiap benda dan mahluk hidup seperti terlihat pada gambar di bawah

Hal tsb disebabkan karena adanya IR Filter (Filter pada sensor) yang menyaring panjang gelombang sinar inframerah pasif. IR Filter sensor PIR ini menyaring panjang gelombang sinar inframerah pasif antara 8 sampai 14 mikrometer.

Sementara itu panjang gelombang yang dihasilkan dari tubuh manusia antara 9 sampai 10 mikrometer. Inilah mengapa sensor PIR dapat mendeteksi pergerakan manusia yang masuk pada jangkauan dari sensor ini.

2.   Review Sensor PIR

·         Spesifikasi

-        Product Type: HC--SR501 Body Sensor Module Operating voltage range: DC 4.5-12V

-        Quiescent Current: Level output: High 3.3 V /Low 0V

-        Trigger: L can’t be repeated trigger/H can be repeated trigger(Default repeated trigger) D

-        Delay time: 5-200S(adjustable) the range is (second to tens of second)

-        Block time: 2.5S(default)Can be made a range(to tens of seconds

-        Board Dimensions: 32mm*24mm

-        Angle Sensor: 170-1800

-        Operation Temp: -15-+700C

-        Lens size sensor: Diameter:23mm(Default)

·         Fitur

-        Memiliki pengaturan delay

-        Memiliki pengaturan sensitifitas

-        Memiliki dua mode

-        Bisa bekerja dari 4.5V sampai 12V (Rekomended)

-        Memiliki reflector sehingga bisa menjangkau sudut hingga1800

-        Jangkauannya cukup jauh yaitu 3-4.5m

  • Pengaturan Delay atau Jeda

Pengaturan delay ini hanya berlalu ketika mode “L”, ap aitu mode “L”? akan di jelaskan di poin selanjutnya. Delay yan dapat diatur yaitu sebesar 0.5-200 detik atau setara 3.3 menit di delay terlamanya.

  • Pengaturan Sensitifitas

Pengaturan sensitivitas yaitu untuk mengatur sensor agar dapat mendeteksi Gerakan kecil atau hanya Gerakan besar sjah, namun pengaturan inipun berpengaruh pada jarak deteksi, semakin tidak sesnsitiv maka semakin pendek pula jarak deteksinya, semua dapat diatur sesuai kebutuhan

  • Mode “H”

Pada mode “H” sensor PIR hanya akan mengeluarkan output berupa pulsa ketika ada Gerakan kemudian aka ada jeda sebentar dan kembali ke tidak mengeluarkan output dan berulang jika mendeteksi Gerakan lagi. Mode ini biasanya dipakai ketika sensor PIR dihubungkan ke mikrokontroler.

  • Mode “L”

Pada mode ini Sensor PIR akan mengeluatkan output atau logika jika mendeteksi Gerakan kemudian delay (Delay dapat diatir melalui pengaturan delay Time pada sensor PIR) jika padasaat masih dalam keadaan delay sensor PIR mendeteksi kembali Gerakan maka delay akan mereset kembali ke awal, sehingga selama ada Gerakan di rentang delay maka sensor pir ini akan terus mengeluarkan output dan baru akan berhenti ketika tidak ada Gerakan selama rentang jeda yang telah di seting.

Mode ini lebih sederhana dan mudah digunakan bahkan bis akita pasangkan langsung pada module relay dengan jenis aktiv LOW yang memiliki optocouler.